Wednesday, June 3, 2015

Behind The Scenes: PERISAI Goes to Malaysia

Halo rek.
Masih ingat nggak tahun kemarin kita menyambangi Negeri Jiran alias Malaysia dalam rangka Studi Ekskursi (Studi Ekskursi lho ya bukan Studi Ex alias mantan, itu mah gara-gara kamu belum bisa move on, mz, mb). Mungkin yang agak-agak lupa hanyalah Mak Lely... (Lely maneh, sawrry Lel hehehe)
Studi Ekskursi alias SE adalah trending topic Arek Perisai semester yang lalu. Ya, akhirnya Arek Perisai berhasil juga berangkat SE, tidak sia-sia perjuangan kita berbisnis apapun demi menutupi kekurangan biaya dan untunglah tidak ada yang harus sampai menjual diri atau menggadaikan cincin batu akik Panca Warna-nya.
Jadi SE kita ini temanya adalah Perpindahan Pusat Pemerintahan atau dalam Bahasa Inggrisnya.... errrm... admin lupa, mana Bahasa Inggrisnya susah lagi. Kalo perpindahan hati ya nggak tau lagi mz, mb, SE o dewe kono, Studi Ex biar bisa move on.

Kalo yg mau tahu kegiatan kita selama di sana bisa dilihat di video berikut ini:



Tapi bo'ong!!! Sebenernya ada video kita lagi SE 4 hari 3 malam dirangkum menjadi beberapa menit aja, tapi nggak ada di YouTube, atau lebih tepatnya nggak di-upload sama duo maut Boag-Oca. Jadi admin nggak bisa ngasih link-nya, sori ya guys!!!

Karena tidak ada videonya, jadi mari bercerita lewat foto-foto saja ya. Foto-foto behind the scene selama SE di Negeri Jiran. Yuk kita mulai.


Vero: "Kita ada di Malaysiaaa!!!"
Jadi hari pertama setelah kita mendarat di bandara kita langsung ke Pusat Perbadanan Putrajaya tanpa mandi pagi dulu dan kita dibuat terpukau sama kotanya yang tertata sangat apik dan bersih, sampai-sampai kita lupa kalau kita belum mandi pagi semua.

bis di bandara. colek angkatan sebelah.

njiyeee...
ekspresi saat melihat-lihat Putrajaya

Jadi Putrajaya ini adalah Pusat Pemerintahan Malaysia yang baru setelah sebelumnya adalah di Kuala Lumpur.
Lanjuuut, dari Putrajaya kita ke konsultan di sana yaitu APUDG yang terletak di Petaling dan lagi-lagi kita dibuat terpukau dengan konsultan di sana karena konsultan di sana berbeda sekali dengan konsultan-konsultan yang ada di Surabaya atau kota-kota lain di Indonesia.

kunjunganku ke APUDG, btw aku yang di belakang

.......
makan siang di APUDG, sandwich tuna sama teh tariknya enak bangeeet guys!!!
Setelah dari APUDG kita beranjak ke Restoran Nasi Padang Kampung Baru. Jiaaah jauh-jauh ke Malaysia makannya nasi Padang, ndek Gebang karo Keputih wakeh mz, mb. Sebenernya ini nggak penting sih disebutin di sini, tapi karena ini adalah behind the scene yaitu menangkap momen-momen yang tidak tertangkap di video. Jadi seharusnya kita makan siangnya di sini, tapi karena sudah kenyang sama sandwich-nya APUDG, jadinya nasi Padang nya dibungkus buat makan ntar malem.

SWAG di Restoran Nasi Padang Kampung Baru
Malamnya setelah kita makan nasi Padang yang dibungkus, kita pergi ke Menara Kembar Petronas.

perjalananku menuju Petronas, btw aku yang di belakang.
Besoknya masih ngantuk-ngantuk kita menuju ke International Islamic University Malaysia. Kita yang di bis 2 akhirnya terbangun mendengarkan suara guide bis 2 tercinta, Miss Mae: "Ayo bangun-bangun, kita sudah sampai, sebelum turun bersihkan itu tahi matanya. Ayo ayo."
(((TAHI MATA)))
Dan semua itu dikatakan dengan lantang dan nyaring sekali memakai mic yang volumenya maksimal dan logat Melayu yang khas jadi tidak ada alasan bagi anak-anak bis 2 untuk tertidur kembali.
Di sana kita diberikan penjelasan mengenai Masterplan Putrajaya, sayang karena masih pagi, banyak anak-anak yang mendengarkan sambil ngantuk-ngantuk. Setelah itu kita makan siang di sana dan melihat-lihat kampus.


ketika kamu lagi enak-enak tidur kemudian terbangun mendengar suara Miss Mae
terpesona dengan maket
kunjungan ke IIUM, aku keliahatan nggak guys?
SWAG-nya Othy
Lalu kita beranjak lagi menuju Melaka. Dalam perjalanan menuju Melaka kita ditemani hujan deras sampai-sampai payungnya Mbak Din yang dipakai waktu berhenti sholat di Pom Bensin mbalik saking anginnya kencang sekali hahaha mayan, hiburan. Sebenarnya perjalanan ke Melaka ini tidak direkomendasikan Miss Mae karena perjalanan kesana jauh dan macet sehingga memakan waktu keburu sore, belum lagi ditambah hujan deras, jadi perkiraan Miss Mae nanti di Melaka kita tidak bisa menikmati karena hujan. Jadi selama perjalanan itu Miss Mae nggrundel-nggrundel dewe sama Pak Sopir bis 2, tapi dalam Bahasa Melayu, jadinya malah lucu yang ndengerin.
Sesampainya di Melaka ternyata kita datengnya nggak sore-sore amat, kotanya bagus dan cantik (walaupun lebih cantik admin-admin blog ini #eaaa) ditambah hujannya sudah berhenti jadi kita bisa menikmati jalan-jalan di Melaka. Jadi perkiraan Miss Mae tidak kejadian semua, mungkin tadi Miss Mae lagi PMS, mungkin...

Red Square di Melaka. keren deh.
eh tapi tunggu... sepertinya ada orang di balkon itu...
oooalah ternyata itu kalian guys... <3
makan es krim di Melaka, btw aku yang di belakangnya Naya
dari kiri ke kanan: guide bis 2 alias Miss Mae, guide bis 1 yang entah kenapa anak-anak tidak ada yang ingat namanya, Mamong
eh salah, maksudnya Miss Mae itu yang ini *ampun Tik*

berjalan di Jonker Walk
btw aku Diaz
Besoknya kita langsung mengunjungi Cocoa Boutique dekat Petronas. Kirain butik, lha ngapain kita ke butik pikirku waktu itu, ternyata itu adalah toko coklat. Oke.
Jadi uniknya di sini coklatnya ada berbagai rasa bahkan rasa yang unik seperti wijen, durian, green tea, bubuk cabe, dll. Untungnya nggak ada yang rasa Oreo, Nutella atau Ovomaltine. Kekinian banget. Kayak kue cubit. Ada peragaan busana ( karena itu butik) dari pegawai toko yang beratraksi menerangkan keunikan coklat di Cocoa Glow Boutique. Btw, suara pegawainya itu keras banget loh guys, sampe telinga jadi nyut-nyutan
Seperti orang Indonesia kebanyakan, anak-anak langsung kalap membeli coklat-coklat di sini apalagi ada promo buy 3 get 4 atau buy 1 get 2 ya semacam itu lah. Kapan lagi guysss, mumpung di Cocoa Boutique. Mana ada coklat yang bentuknya seperti bekantan, kapan lagi guysss ada coklat bentuknya bekantan!!! BOROOONG DAAAH!

spend all your money here. MUAHAHAHA
Lanjut dari Cocoa Boutique kita menuju ke Batu Cave. But wait! Kita mampir-mampir dulu ke toko-toko yang ada di sekitarnya sebelum ke Batu Cave. Adapun toko-toko itu toko cinderamata khas Malaysia, toko jajanan Malaysia dan toko arloji yang semua harganya termasuk tinggi apabila dibandingkan di tempat lain. Nah yang terakhir ini nggak jelas banget, deh, ngapain kita yang notabene mahasiswa diajak ke toko arloji, ya jadinya kita hanya melihat-lihat sambil lalu.

ekspresi ketika kamu jomblo dan melihat ada pasangan bermesraan di umum di dalam toko arloji
 Kita di toko-toko tersebut menunggu cukup lama, padahal kita sudah pada selesai berbelanja (padahal ya nggak belanja juga, terutama di toko arloji). Ya, kita menunggu Miss Mae bertemu dengan rekan bisnisnya. Jadi ternyata kita dibawa ke toko-toko itu karena nantinya Miss Mae sebagai guide akan mendapat komisi karena sudah mengajak turis berkunjung ke toko-toko tersebut yang sudah bekerja sama dengan Miss Mae. Oalaaah. Padahal kalo kita molor dikit dari jadwal Miss Mae marah-marah, lha ini kitanya udah tepat waktu eeeh Miss Mae-nya masih ngobrol-ngobrol dengan pemilik toko.
Lanjut, jadi kita akhirnya sampai di Batu Cave yihaaa! Jadi di Batu Cave ini banyak yang jualan batu akik

tangga perjuangan. tangga yang bikin punggung langsung teles kebes.
Masao & Nayamul <3
#OOTD (Outfit Of The Day) #instasunda #exploremalaysia
Setelah puas ke Batu Cave kita melanjutkan perjalanan ke Bukit Bintang, salah satu pusat perbelanjaan di Malaysia. Ya jadi inti hari ke-3 ini adalah shopping. Dan lagi-lagi kita kalap di sini *padahal duit tinggal dikit gara-gara Cocoa Boutique sama toko arloji*
Karena Bukit Bintang terlalu mahal untuk ukuran mahasiswa, anak-anak bis 1 banyak yang nekat pergi ke Pasar Seni dengan sisa waktu terbatas. Jadinya berasa seperti ikutan Uang Kaget minus uang 100 juta. Dan akhirnya kita molor lama di Bukit Bintang karena menunggu anak-anak bis 1 yang belum balik-balik dari Pasar Seni dan bis 2 terpaksa berangkat duluan ke bandara. Dan itulah akhir dari perjalanan kita SE kali ini...

Intinya kecewa sama SE kali ini. Karena admin gagal ketemu sama Siti Nurhaliza dan Upin Ipin *njukmu piye mz, mb* *sakarepmu wez*

capek setelah berpetualang di Malaysia hari ke-3

Eh tapi belum berakhir deng, karena kita masih harus menginap semalam di bandara. Jadi, deh kita berpetualang di bandara.

Mar, Nik, ...............
njiyeee... <3
<3
Eh kok jadi foto-foto couple. Maaf guys.

berfoto di bandara
Jadi itulah rangkaian kegiatan Arek Perisai selama SE di Negeri Malaysia. Jadi selain kita belajar sambil jalan-jalan dan shopping tidak lupa kita foto-foto dan selfie. Dan inilah foto-foto terbaik pilihan admin:

selfie di depan Pusat Perbadanan Putrajaya

foto rame-rame di APUDG
selfie makan es krim di Red Square
foto bareng di Red Square
santai Lak

Eh btw itu Mbak Din kenapa ya cemberut?

tersenyumlah Din...
bahagia dong Din, udah ada Abang Yasser yang menghibur lho ini
dan akhirnya Dini tersenyum kembali. eh halo Pak Ekooo
#levitasi #instasunda #exploremalaysia
berfoto di Batu Cave

foto paling epic di Batu Cave

Ton.....

selfie di Batu Cave
Jadi...gimana? Cerita behind the scene SE Perisai di Malaysia ini udah seru belom? Kalo menurut admin sih seru banget. Sebenernya yang paling penting bukan destinasinya, tapi tour guidenya kebersamaan kita. Ahzeg. *pake h, z, dan g*.

Mungkin kita bisa tanya Upil. Pil, gimana SE kita kali ini?


Rek... SE lagi, yuk? :') *tears drop again*